Waktu terus berlari dan kita berpacu melawan laju kerusakan alam, bila kita dapat mencapai finish lebih awal, insya Allah bencana besar dapat dicegah, namun sebaliknya bila kita tertinggal akan sulit bagi kita untuk mencegah kehancuran. Menjelang Konferensi PBB mengenai perubahan iklim di Poznan, Polandia, para ilmuwan melaporkan bahwa iklim bumi berubah lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya (Kompas, 1 Desember 2008). Jika emisi tidak dikendalikan, laju emisi gas rumah kaca akan mengakibatkan perusakan alam yang prosesnya tidak bisa berbalik - akan tingkatkan suhu bumi, kekeringan, banjir, dan menimbulkan penderitaan manusia hingga akhir abad. Mark Serreze dari Pusat Data Salju dan Es Nasional AS di Boulder, Collorado, mengatakan bahwa Arktik akan memberi respon pertama atas pemanasan global, saat ini Arktik berubah lebih cepat dari perkiraan semula. Laut Arktik mencapai rekor terendah dimusim panas yang membuat banyak orang sangat khawatir, (Robert Watson, Departmen Lingkungan Inggris).
Bumi adalah satu sistem tunggal dengan ukuran dan kerumitan yang sangat besar, belum mampu dimengerti oleh manusia meski dengan teknologi tercanggih sekalipun. Sementara itu manusia terus berbuat sesuatu untuk mening-katkan produktivitas guna memenuhi kebu-tuhan manusia. Penduduk yang saat ini mencapai 6,6 Milyar orang memerlukan suplai pangan, energi, bahan sandang, perumahan, dan sarana kehidupan lainnya yang terus meningkat. Seluruh kebutuhan tersebut tentu dipenuhi dengan mengeksploitasi sumber-sumber kekayaan alam.
Cara-cara manusia menggali kekayaan alam masih dilakukan dengan dasar pengetahuan manusia yang sangat terbatas, akibatnya kegiatan tersebut menimbulkan dampak negatif pada lingkungan alam. Misalnya kegiatan penggalian hasil bumi, mengubah fungsi-fungsi alam di lokasi penggalian, mencemari lingkungan di tempat pengolahan maupun ditempat penggunaannya. Bahan bakar minyak atau batubara yang digunakan jauh dari lokasi tambang, ia akan mencemari udara di tempat bahan bakar itu dipakai,menghasilkan CO2 dan mungkin SO2 atau materi lainnya, mencemari ekosistem bumi.
Untuk memenuhi kebutuhan pangan, orang-orang membabat hutan dijadikan ladang, kebun ataupun areal peternakan, hutan menghilang dan banjir datang. Hutan yang menghilang, menghilangkan jutaan makhluk hidup didalamnya, sedangkan mereka mempunyai fungsi untuk menjalankan ekosistem dunia. Sekali lagi ditempat yang terpisah komponen sistem terganggu. Hutan hilang , pasokan air berkurang, kemudian manusia membuat sumur-sumbur bor mengambil air tanah. Tanah daratan menjadi semakin kering, karenanya air laut merembes ke daratan (intrusi), masuknya air laut akan mengganggu kehidupan tanaman dan makhluk lainnya.
Dimana-mana manusia melakukan sesuatu perbuatan dengan maksud baik, tetapi perbuatan itu menimbulkan masalah di lain tempat dan waktu. Dimana-mana komponen-komponen sistem Bumi yang merupakan satu kesatuan ekosistem ini, sedang mengalami proses perusakan oleh manusia. Seperti sebuah pesawat terbang, kerusakan yang kecil-kecil, seperti kursi, karpet, cat, warna kabel, tidak akan membuat pesawat berhenti. Tetapi kerusakan tersebut akan akan memicu kerusakan lain yang terus berlanjut, hingga satu titik tertentu kerusakan itu membuat pesawat tidak dapat bergerak lagi.
Banyak orang yang sedang berusaha untuk memperbaiki lingkungan hidup ini, tetapi banyak pula yang sedang merusaknya. Perbuatan mana yang akan lebih cepat berdampak ? Alam memiliki hukumnya sendiri, energi negatif akan bergerak lebih cepat daripada energi postitif. Semua binatang, pepohonan dan manusia diberikan kemampuan untuk merespon rangsang negatif lebih cepat daripada rangsang positif, ini adalah bagian dari mekanisme pertahanan alami, bahkan di dalam ilmu bela diri kemampuan respon ini dilatih terus hingga menjadi gerak refleks. Demikian pula kabar buruk akan menyebar lebih cepat daripada kabar baik.
Alam juga memiliki phenomena yang serupa, pada mulanya alam berada dalam kesetimbangan, jika terjadi gangguan maka akan datang reaksi alam yang sangat cepat. Ketika hutan-hutan di dataran tinggi ditebangi, maka dalam waktu singkat akan datang banjir, longsor atau kesulitan air dimusim kering. Ketika orang-orang dan pabrik-pabrik membuang limbahnya ke sungai, maka dalam waktu singkat biota sungai akan berkurang atau mati, air sungai berbau tidak sedap, orang-orang yang mandi gatal-gatal dan lain-lain. Sebaliknya usaha-usaha untuk memulihkan keadaan lingkungan yang lebih baik akan memerlukan waktu bertahun-tahun untuk dapat mencapai kondisi lingkungan sehat.
Banyak orang-orang mendapat kesadaran baru untuk mulai menyisihkan sebagian waktunya memperbaiki lingkungan hidupnya, tetapi masih lebih banyak orang yang menggunakan waktunya untuk kegiatan yang mengakibatkan dampak buruk pada lingkungan alam. Mereka yang menanam pohon telah menyisihkan 1-2 jam di hari tanam pohon, tetapi perjalanan hidup selebihnya adalah mencemari lingkungan. Pohon yang ditanam pada hari itu baru akan berfungsi dengan baik jika dapat bertahan hidup hingga 15 tahun yang akan datang. Semoga alam sabar menunggu.