Senin, 07 Maret 2011

EMOSI PEPOHONAN


Apakah pohon punya emosi ? jawabannya adalah ya. Bagaimana mungkin ?
Beberapa kelompok masyarakat tradisional mempunyai kebiasaan upacara adat saat musim tanam atau musim panen, biasanya disertai dengan tari-tarian dan irama musik.  Sebuah kebetulan atau kearifan tradisional ?
Ilmuwan dari Minnesota, USA, Dan Carlson, melakukan penelitian dengan memperdengarkan bunyi  frekwensi yang sama dengan frekwensi suara burung tertentu dan suara jangkerik (5.000 Hz) yang dipadukan dengan musik klasik. Hasilnya adalah tanaman menyerap hara lebih banyak dan tumbuh dua kali lebih cepat dari biasanya.
Peneliti lain mecobakan musik clasik, pop dan musik rock, melaporkan bahwa respon positif yang terbaik adalah ketika tanaman disuguhi lagu klasik, dan sedikit lebih baik pada lagu pop, serta bereaksi negatif pada lagu rock.
Gejala ini menunjukkan bahwa tanaman dapat merespon bunyi, juga mempunyai selera pada pilihan bunyi. Respon yang terjadi adalah melalui stomata daun, suatu bagian dari daun yang berfungsi sebagai alat pernafasan. Stomata daun dapat membuka dan menutup merespon pada rangsang yang diterimanya. Seperti hormon dalam tubuh manusia yang juga berfungsi menghadapi rangsang dari luar. Pada stomata daun terdapat ion magnesium, ketika rangsang berupa frekwensi suara yang tepat mengenainya, maka ion ini akan menyerap air yang menyebabkan naiknya tekanan dan mendorong stomata membuka, kemudian photosintesa berjalan lebih lama sehingga tanaman tumbuh lebih cepat. Sayangilah pohon dia akan merasakan kebahagiaan hidup bersamamu.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar